Selasa, 21 Juni 2011

Film 'Raga 11 11 11' tentang takraw syuting 1 Juli 2011


SEMANGAT daerah untuk memperkenalkan diri melalui film mulai meningkat. Setelah Pemda Wakatobi mendukung The Mirror Never Lies, Pemda Papua dengan filmLost In Papua-nya, kini Pemda Bulukumba, Sulawesi Selatan memproduksi Raga 11 11 11.  Zainudin Hasan selaku eksekutif produser yang juga Bupati Bulukumba, mengatakan, “Daerah lain bisa terkenal lewat film, saya berharap potensi alam dan kebudayaan Sulawesi bisa lebih terkenal juga,” kata Zainudin Hasan saat hadir di acarasoft launching film Raga 11 11 11 di Hall Sepak Takraw, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (21/6/2011).
Dikatakan Zainudin, pihaknya mendukung produksi film tentang olahraga sepak takraw yang akan disutradarai Ismail Sofyan Sani tersebut. “100 persen kami dukung film ini. Semoga sepak takraw yang merupakan warisan raja di Sulawesi lebih dicintai masyarakat luas,” ungkap Zainudin yang hadir bersama Kepala Dinas Pariwisata Bulukumba, Nasaruddin.
Tentang konsep film, sutradara Ismail Sofyan Sani – pernah membuat film Brahma Kumbara dan Kesaksian serta sejumlah sinetron – menyebut akan mengerahkan puluhan pemain, terdiri dari para atlet takraw Pelatnas, para bintang cilik dari daerah, aktor dan aktris. “Konsep film ini semi kolosal, dengan dukungan animasi untuk efek tertentu hingga gambar akan memanjakan mata,” kata sutradara era 80-an tersebut.
Sejumlah pemain yang terlibat di film ini ikut hadir antaranya Unique Priscilla, Dwi Sasono, dan Aspar Paturisi. Di barisan pemeran anak-anak antaranya Syamsul Bahri, Eldwin Dwi N, M Hairul Haj, Andi M Cakra, Chacha, dan Enggar.  Sementara itu, atlit takraw Maikel dihadirkan untuk memerankan tokoh Raul.
Mengenai biaya produksi film ini, produser dari rumah produksi Ginsa, Asdik menyebutkan angka sekitar Rp6 Miliar. “Kalau film kolosal lain bisa menghabiskan rata-rata Rp10 Miliar, kami cukup menggarap dengan Rp6 Miliar,” ujar Asdik, seraya menyebutkan biaya tersebut merupakan dukungan berbagai pihak, terutama Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk memperkenalkan olahraga sepak takraw.
Rencananya syuting akan dilaksanakan seluruhnya di kawasan wisata di Bulukumba, Sulsel. “Kita akan berangkat ke lokasi 1 Juli 2011, dan mudah-mudahan bisa mulai syuting 4 Juli. Seluruh syuting dilaksanakan di satu kawasan wisata, karena memang salah satu tujuan film ini memperkenalkan kesenian dan budaya khas di sana,” jelas Asdik.
Satu hal, menurut sutradara Maing, judul film Raga 11 11 11, nantinya akan diganti agar lebih mudah orang menyebut dan mengenal. “Kami sudah menyiapkan pilihan judul lainnya yaitu Merah Darah Putih Tulang. Jadi, judul Raga 11 11 11 itu sifatnya baru sementara,” kata Maing, menjawab komentar seorang wartawan yang mengatakan judul pertama kurang easy listening alias tidak komersil. 


sinopsis
Andi (13 tahun) adalah anak desa berbakat dalam olahraga sepak takraw. Bersama 3 sahabatnya yaitu Ratu, Salman dan Gendut mereka hobi main takraw di pantai. Andi punya obsesi untuk menjadi atlet nasional agar bisa bertemu presiden untuk menyampaikan keinginannya agar presiden membangunkan jembatan di kampungnya. Jembatan itu adalah akses utama yang kerap dilalui masyarakat dan juga Maryam, ibunya Andi yang berjualan keranjang kopra. Andi minta bantuan Daeng, mantan atlet takraw nasional -- diperankan Dwi Sasono -- yang mengasingkan diri setelah gagal membawa nama Indonesia di dunia internasional.
Meski awalnya tak mau, Daeng bersedia menolong Andi karena Andi menunjukkan kaos bertuliskan Daeng yang disimpannya sejak lama. Singkat cerita, tim asuhan Daeng Limpo berhasil di tingkat daerah. Seorang pencari bakat bernama Rini datang dan memilih Andi ikut tim nasional di Jakarta. Kisah berikutnya, timnas dimana Andi menjadi pemain di dalamnya berhasil menjadi juara nasional. Itulah kesempatan Andi mendapatkan yang dicita-citakan, yakni dibangunnya jembatan untuk ibu dan masyarakat daerahnya. (tis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar